- Posted by : STAI DARUL ABRAR ACEH JAYA
- on : September 11, 2026
BOGOR – Komitmen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Abrar Aceh Jaya dalam meningkatkan mutu dan tata kelola perguruan tinggi terus diperkuat. Hal itu ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Penyusunan Regulasi dan Pedoman Teknis Pendirian serta Alih Bentuk PTKI yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia di Bogorienze City Resort, Bogor, Kamis-Jumat, (10-11/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, STAI Darul Abrar Aceh Jaya mengutus dua perwakilan, yakni Firdaus Fadhli, M.Sos., selaku Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Muhammad Azmi, S.Kom., selaku operator Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari langkah STAI Darul Abrar dalam memperkuat dua aspek penting pengelolaan perguruan tinggi, yakni sistem penjaminan mutu dan pengelolaan data pendidikan tinggi.
Kegiatan tersebut membahas berbagai hal berkaitan dengan regulasi dan pedoman teknis pendirian serta alih bentuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk penguatan tata kelola kelembagaan, pengelolaan data perguruan tinggi, serta aspek penjaminan mutu.
Ketua LPM STAI Darul Abrar Aceh Jaya, Firdaus Fadhli, M.Sos., mengatakan keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kampus untuk memperkuat pemahaman terhadap regulasi sekaligus mengevaluasi kesiapan kelembagaan.
Kegiatan ini sangat penting bagi kita di Aceh Jaya. Selain mendapatkan pemahaman teknis terkait regulasi dan peningkatan mutu data PDDIKTI, forum ini juga menjadi sarana evaluasi sumber daya kampus dan peningkatan relasi dengan pengelola perguruan tinggi keagamaan Islam swasta dari berbagai daerah di Indonesia, ujar Firdaus.
Menurut Firdaus, penguatan mutu perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang baik, sumber daya yang memadai, serta sistem penjaminan mutu yang berjalan secara berkelanjutan.
Ia menilai pemahaman terhadap regulasi terbaru sangat diperlukan agar setiap proses pengembangan kelembagaan STAI Darul Abrar tetap sejalan dengan kebijakan nasional.
Data yang baik, tata kelola yang tertib dan sistem penjaminan mutu yang berjalan harus menjadi satu kesatuan. Ini penting untuk mendukung pengembangan STAI Darul Abrar ke depan, katanya.
Firdaus juga menyebut forum tersebut memberikan kesempatan bagi STAI Darul Abrar untuk bertukar pengalaman dengan berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam swasta dari sejumlah daerah di Indonesia.
Menurutnya, pengalaman dan praktik baik yang diperoleh dari forum nasional tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kampus di Aceh Jaya.
Sementara itu, Muhammad Azmi, S.Kom., yang mengikuti kegiatan sebagai operator PDDIKTI, turut mengambil bagian dalam penguatan aspek teknis pengelolaan data perguruan tinggi. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya kampus untuk memastikan data pendidikan tinggi dikelola secara akurat, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keikutsertaan STAI Darul Abrar Aceh Jaya dalam forum Kementerian Agama tersebut menjadi bagian dari ikhtiar kampus untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan.
Dari forum tersebut, STAI Darul Abrar tidak hanya memperkuat pemahaman terhadap regulasi, tetapi juga membawa pulang wawasan dan pengalaman yang dapat menjadi bahan dalam membangun tata kelola kampus yang semakin tertib, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
