- Posted by : STAI DARUL ABRAR ACEH JAYA
- on : September 23, 2026
ACEH JAYA — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Abrar Aceh Jaya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian akademik Muhammad Nasir yang dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Sastra Inggris pada UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Capaian akademik tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, khususnya bagi Aceh Jaya, karena Prof. Muhammad Nasir merupakan salah satu putra asli daerah yang berhasil menorehkan perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tinggi dan akademik.
Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Muhammad Nasir mengungkapkan rasa bahagia sekaligus haru atas pencapaian tersebut. Ia memandang pengukuhan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab akademik tertinggi dalam perjalanan kariernya sebagai dosen.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muhammad Nasir menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Ketika Sastra Menjadi Jalan Menuju Tuhan: Kajian Novel ‘Ternyata Aku Sudah Islam’”. Tema tersebut menggambarkan perhatian akademiknya terhadap hubungan antara sastra, agama, pengalaman spiritual, serta pencarian makna kehidupan.
Menurutnya, sastra memiliki hubungan yang mendalam dan kompleks dengan agama. Sastra tidak hanya menjadi sarana untuk menyampaikan cerita atau hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk mengungkapkan dan mengkaji persoalan keimanan, pengalaman spiritual, serta pertanyaan-pertanyaan moral manusia.
Dalam kajiannya, ia menempatkan karya sastra sebagai salah satu media pencarian spiritual. Narasi, metafora, puisi, maupun autobiografi dapat menjadi ruang bagi manusia untuk merefleksikan hubungan antara tubuh, pikiran, jiwa, dan Tuhan. Novel “Ternyata Aku Sudah Islam” kemudian dikaji sebagai bagian dari refleksi dan penelitian mengenai perjalanan spiritual manusia.
Perjalanan akademik Prof. Muhammad Nasir tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia menempuh pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi dengan perjalanan yang panjang. Ia lahir pada 13 Januari 1966 di Ketapang, Banda Aceh. Pendidikan dasarnya ditempuh di MIN Lamno dan diselesaikan pada 1979, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Jaya hingga 1982 dan SMA Negeri 1 Lamno.
Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke jenjang perguruan tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan Bachelor of Arts (B.A.) dalam bidang English Studies di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 1991. Selanjutnya, ia memperoleh gelar Master of Arts (M.A.) dalam bidang English Literature dari Universitas Indonesia pada 2000. Pendidikan doktoralnya ditempuh di University Sains Malaysia dalam bidang Contemporary Literature dan diselesaikan pada 2011.
Karier akademiknya juga menunjukkan perjalanan pengabdian yang panjang. Prof. Muhammad Nasir tercatat sebagai dosen di UIN Ar-Raniry sejak 1994. Selain menjalankan tugas sebagai dosen, ia juga pernah dipercaya menduduki berbagai posisi akademik dan kelembagaan serta terlibat dalam kegiatan penelaahan dan pengembangan publikasi ilmiah.
Bidang keilmuan yang menjadi perhatian akademiknya antara lain sastra, communication management, reading, pendidikan kewarganegaraan, dan kajian budaya. Perjalanan tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mengembangkan keilmuan sekaligus menjalankan pengabdian di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Muhammad Nasir juga menguraikan bagaimana perjalanan tokoh dalam novel yang dikajinya menjadi sebuah pencarian terhadap makna kehidupan, dialog, refleksi, pengalaman spiritual, dan interfaith dialogue. Sastra, dalam pandangannya, dapat menjadi ruang transformasi bagi manusia dalam memahami dirinya, orang lain, dan nilai-nilai kehidupan.
Lebih jauh, pencarian spiritual tersebut tidak hanya berlangsung dalam diri individu, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan sosial dan lembaga keagamaan. Komunitas dan institusi keagamaan dapat memainkan peran dalam mendampingi manusia dalam proses pencarian dan pemaknaan spiritualnya.
Kebanggaan Bagi Aceh Jaya
Bagi STAI Darul Abrar Aceh Jaya, pengukuhan Prof. Dr. Muhammad Nasir sebagai Guru Besar menjadi sebuah capaian yang patut diapresiasi. Sosoknya menjadi bagian dari perjalanan akademik yang menunjukkan bahwa putra daerah mampu menempuh pendidikan tinggi, membangun karier akademik, menghasilkan karya ilmiah, dan mencapai jenjang tertinggi dalam dunia pendidikan tinggi.
Sebagai putra asli Aceh Jaya, perjalanan Prof. Muhammad Nasir juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk terus menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun masa depan.
Capaian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik membutuhkan ketekunan, konsistensi, dan pengabdian yang panjang. Gelar guru besar bukan hanya sebuah penghargaan akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
STAI Darul Abrar Aceh Jaya menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Hum. atas pengukuhan sebagai Guru Besar. Semoga capaian tersebut menjadi keberkahan, memperluas kontribusi keilmuan, serta semakin memperkuat peran beliau dalam pengembangan pendidikan dan ilmu pengetahuan, khususnya bagi masyarakat Aceh dan Aceh Jaya.
Selamat dan sukses, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Hum.Putra Asli Aceh Jaya di puncak akademik.
