Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Dosen STAI Darul Abrar Gandeng BRIN! Bedah Hukum Adat Gayo Lewat Riset Eksklusif di Aceh Tengah

Dosen STAI Darul Abrar Aceh Jaya Kolaborasi Riset Bersama BRIN di Aceh Tengah


ACEH TENGAH — Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Abrar Aceh Jaya, Muhammad Habibi, S.H., M.Ag., melakukan kolaborasi riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan penelitian lapangan tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 18 hingga 24 Mei 2026.

Riset yang dilakukan mengangkat tema “Sarak Opat, Sumpah, dan Keadilan: Analisis Model Penyelesaian Sengketa dalam Masyarakat Gayo.” Penelitian ini difokuskan pada pengkajian sistem hukum adat dan mekanisme penyelesaian sengketa yang hingga kini masih diterapkan oleh masyarakat Gayo.

Dalam pelaksanaannya, penelitian dilakukan melalui pengumpulan data di sejumlah instansi dan lembaga terkait di Aceh Tengah. Tim peneliti menggali informasi mengenai praktik hukum adat, nilai musyawarah, serta bentuk keadilan lokal yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kolaborasi ini merupakan bagian dari program Research for Collaboration Rumah Program Keindonesiaan/Kebangsaan Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (IPSH) BRIN Tahun 2026. Program ini bertujuan memperkuat kajian ilmiah berbasis kebangsaan dan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Muhammad Habibi, Selasa (19/5/2026).

Muhammad Habibi menilai penelitian tersebut menjadi kontribusi penting dalam memperkaya perspektif akademik terkait hukum adat masyarakat Aceh, khususnya di wilayah dataran tinggi Gayo.

Dalam salah satu agenda penelitian, ia juga tampil sebagai pemateri pada forum diskusi bersama peserta dan sejumlah pihak terkait di Aceh Tengah. Pada kesempatan itu, ia memaparkan isi proposal penelitian, fokus kajian, hingga metode pengumpulan data yang digunakan selama riset berlangsung.

Menurutnya, penelitian mengenai Sarak Opat dan sistem penyelesaian sengketa adat memiliki nilai penting untuk didokumentasikan secara akademik. Sebab, mekanisme penyelesaian konflik berbasis adat masih hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Gayo hingga saat ini.

Ia menjelaskan bahwa nilai musyawarah, sumpah adat, dan peran Sarak Opat selama ini menjadi unsur utama dalam menjaga keseimbangan serta harmoni sosial di tengah masyarakat. Sistem tersebut dinilai mampu menghadirkan penyelesaian sengketa secara damai dan berkeadilan.

Selain menghasilkan kajian ilmiah, kegiatan riset ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian tersebut dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pelestarian budaya lokal.

Melalui kerja sama antara STAI Darul Abrar Aceh Jaya dan BRIN, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik sekaligus bahan pertimbangan dalam penguatan sistem hukum berbasis kearifan lokal di Indonesia, khususnya di kawasan masyarakat Gayo.


Share

Related Posts

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?